Friday, May 18, 2018

KISI - KISI PAT IPA - 1 TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018

Untuk menunjang proses belajar agar lebih maksimal, berikut saya posting kisi - kisi PAT IPA - 1 untuk kelas VIII.

MATERI
JUMLAH SOAL
Getaran dan Gelombang
Ayunan sederhana
2
Frekuensi ayunan
1
Periode Ayunan
1
Contoh getaran
1
Jenis gelombang
2
Cepat rambat gelombang
3
Panjang gelombang
1
Bunyi
Ciri dan sifat gelombang bunyi
4
Cepat rambat gelombang bunyi
2
Resonansi bunyi
3
Pemantulan bunyi
2
Pemantulan Cahaya
Sifat cahaya
1
Cermin datar
2
Cermin cekung
5
Cermin cembung
4
Pembiasan Cahaya
Pengertian pembiasan
3
Indeks bias
1
Lensa cembung
3
Lensa cekung
3
Alat Optik
Mata
3
Cacat mata
5
Lup
2
Kamera
1
JUMLAH SOAL
55

Selamat belajar untuk kelas VIII Sanclar. Semoga PAT-nya berjalan lancar dan bisa mendapatkan nilai yang maksimal. Tuhan memberkati.

Tuesday, March 6, 2018

Latihan Soal PTS

Dalam persiapan menghadapi PTS IPA - 1 Semester yang kedua ini, saya berikan beberapa latihan soal yang bermanfaat untuk anda gunakan sebagai latihan dalam menghadapi PTS. Bila ingin mengunduh versi PDFnya silahkan unduh disini
 

Selamat berlatih dan belajar. Tuhan Memberkati ^_^

Thursday, January 11, 2018

Gempa Bumi







Tabel Sistem Periodik Unsur Moderen

Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.
Sistem Periodik Unsur yang kita kenal sekarang disebut sebagai Sistem Periodik Unsur Moderen yang dibuat oleh Henry G. Moseley.  Sistem Periodik Unsur moderen disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.
Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. Sistem Periodik Unsur modern terdiri dari 7 Periode, 8 Golongan utama (Golongan A) dan 8 Golongan transisi (Golongan B)
Berikut merupakan Tabel Periodik Unsur Moderen.

Tugas III : Membuat Tabel Sistem Periodik Moderen
Ketentuan isi:
1. Periode
2. Golongan
3. Lambang unsur
4. Nama Unsur
5. Nomor Atom
6. Warna yang menunjukkan sifat logam, semilogam dan nonlogam.

Berikut ini merupakan keterangan dari bagian - bagian SPU berdasarkan ketentuan isi yang diharapkan:


Contoh Laporan Praktikum Fisika

MENENTUKAN MASSA JENIS BENDA (JUDUL)




 





Oleh:
Mega VII-A/12






SMP KATOLIK SANTA CLARA
SURABAYA
2016/2017






A.   Tinjauan Pustaka
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kg/m-3.
Volume suatu benda dapat diukur secara langsung maupun tidak langsung. Pengukuran langsung biasanya dilakukan dengan menggunakan gelas ukur, sedangkan pengukuran secara tidak langsung dilakukan dengan mengukur Panjang, Lebar dan Tebal benda yang bersangkutan.
Dalam melakukan pengukuran Panjang, Lebar, atau Ketebalan sutu benda tidak selalu menggunakan Penggaris atau Mistar saja,tetapi masih ada alat ukur panjang yang lain, yaitu alat ukur yang memiliki ketelitian lebih kecil seperti Jangka Sorong. Jangka sorong digunakan untuk mengukur Panjang atau Lebar suatu Benda.
Jika massa dan volume diketahui, maka dengan mudah kita dapat menentukan massa jenis benda tersebut dengan rumus :

ρ = m/v

Keterangan :
ρ = massa jenis
m = massa
v = volume
Massa jenis tiap benda berbeda – beda, berikut ini merupakan tabel massa jenis dari beberapa benda:
Benda
Massa Jenis (g/cm3)
Kayu
0,8
Besi
8
Aluminium
2,7
Tembaga
8,9
Kuningan
8,4

B.   Tujuan Praktikum
1.   Siswa dapat menghitung massa jenis benda
2.  Siswa dapat menggunakan alat ukur

C.   Waktu Dan Tempat Penelitian
Praktikum Menentukan Massa Jenis Benda ini berlangsung pada hari Rabu, 18 Agustus 2016 bertempat di Laboratorium Fisika SMP KAtolik Santa Clara Surabaya.

D.   ALAT DAN BAHAN
1. Balok
2. Jangka Sorong
3. Gelas ukur
4. Neraca / Timbangan

E.   PROSEDUR KERJA
1.   Menimbang massa kayu menggunakan neraca kemudian menuliskan massa pada tabel 1
2.  Mengukur diameter dan tinggi besi menggunakan jangka sorong
3.  Menghitung volume benda dengan rumus
4.  Menghitung massa jenis dengan cara massa dibagi volume.
5.  Mengulangi langkah 1 – 4 untuk benda besi, aluminium, tembaga dan kuningan
6.  Menuliskan massa benda di tabel 2
7.  Mengukur volume benda menggunakan gelas ukur
8.  Menghitung massa jenis benda menggunakan rumus massa dibagi volume dan diletakkan di Tabel 2

F.   HASIL PENGAMATAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut:
Tabel 1
No
Jenis Benda
Massa (gram)
Diameter (cm)
Tinggi (cm)
Massa Jenis
1
Kayu
2
0,98
3,035
0,87
2
Besi
17,5
1
3
7,41
3
Aluminium
6,6
1
3
2,8
4
Tembaga
20
0,99
3
8,65
5
Kuningan
19
1
2,96
8,15

Tabel 2
No
Jenis Benda
Massa (gram)
Volume (mL)
Massa Jenis
1
Kayu
2


2
Besi
17,5
2
8,75
3
Aluminium
6,6
2
3,3
4
Tembaga
20
3
6,67
5
Kuningan
19
2
9,5

G.   PEMBAHASAN
Setelah dilakukan percobaan di atas, ternyata di antara dua cara yang dilakukan untuk mengukur volume dan massa jenis dari sebuah benda, didapatkan yang lebih teliti yaitu pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan jangka sorong (Tabel 1) dibandingkan dengan menggunakan gelas ukur (Tabel 2).
Hal itu disebabkan karena peralatan yang digunakan dalam pengukuran dengan menggunakan jangka sorong lebih teliti, dan proses perhitungannya pun lebih rumit dibandingkan dengan pengukuran dengan menggunakan gelas ukur, karena pengukuran itu menggunakan peralatan yang sederhana dan proses perhitungannya pun tidak terlalu rumit.

H.   KESIMPULAN
1.   Massa jenis suatu benda dipengaruhi oleh massa setiap volume benda tersebut, semakin besar volume maka semakin rendah massa jenisnya, semakin besar massanya maka semakin besar pula massa jenisnya sehingga dapat ditulis dalam rumus.
2.  Jika kita melakukan pengukuran dengan peralatan yang memiliki ketelitian yang lebih kecil/teliti, maka hasilnya pun akan lebih teliti. dibandingkan dengan mengunakan peralatan yang langsung, seperti gelas ukur.

I.   DAFTAR PUSTAKA
Suhada, Resa Taruna. 2009. Modul Fisika Dasar Universitas. Jakarta: Mercubuana